Tips dan Hak untuk Penyandang Disabilitas Liburan Naik Pesawat Terbang Sendirian

shares |


Genius, Malang. Kamu yang penyandang disabilitas tak perlu takut untuk naik pesawat sendirian.

Tips dan Hak untuk Penyandang Disabilitas Liburan Naik Pesawat Terbang Sendirian

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas.com, anggota Majelis Pertimbangan Daerah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia Jakarta Selatan Rafik Akbar berbagi tips yang berguna bagi penyandang disabilitas yang ingin naik pesawat terbang sendirian:

1. Saat tiba di bandara
Sebaiknya saat kamu tiba di bandara, usahakan untuk mencari petugas bandara seperti satuan pengaman (satpam) atau costumer service untuk diarahkan ke area check-in. Petugas bandara akan membantu mengarahkan masuk ke dalam area check-in.

2. Saat check-in
Jelaskan kepada petugas di counter bahwa kamu adalah penyandang disabilitas. 

Berikanlah informasi terkait disabilitas tersebut. Setelah check-in, tanyakan fasilitas pengantaran menuju ruang tunggu keberangkatan dan masuk ke dalam pesawat.

3. Minta pendampingan yang tepat
Setiap penyandang disabilitas memiliki jenis yang berbeda. Ketika akan didampingi oleh petugas maskapai penerbangan atau bandara, mintalah pendampingan yang tepat sesuai dengan jenis disabilitas. 

Misalnya untuk tuna netra, mintalah pendampingan seperti dituntun untuk menunjukkan jalan.

4. Perhatikan instruksi awak kabin
Untuk disabilitas seperti tuna netra, dengarkan instruksi yang diberikan oleh awak kabin. Biasanya awak kabin memberikan informasi tentang bagian-bagian dan fitur-fitur yang dimiliki pesawat.

Untuk disabilitas seperti tuna rungu, awak kabin juga akan memperagakan petunjuk darurat saat di pesawat termasuk penggunaan pelampung dan oksigen cadangan.

5. Kenali fitur-fitur tempat duduk
Saat di dalam pesawat, kenali fitur-fitur tempat duduk di dalam pesawat. 

Ketahui cara menurunkan dan menaikkan meja untuk makan dan juga menaruh minuman. Ketahui juga tempat menaruh buku dan tempat memasang seat belt.

6. Ketahui tombol untuk memanggil awak kabin
Saat memberikan instruksi di dalam pesawat, awak kabin juga akan memberitahu tombol untuk memanggil awak kabin. Ketahui tombol tersebut jika tiba-tiba membutuhkan bantuan di dalam pesawat.

Tombol tersebut terletak di bagian bawah bagasi atau sejajar dengan lubang pendingin ruangan dan cahaya. 

Hak Penumpang Disabilitas
Hak penumpang disabilitas diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2009. Penumpang memiliki keterbatasan fisik atau difabel berhak mendapatkan pelayanan khusus, seperti yang dilansir dari hukumonline.com, inilah hak penumpang pesawat terbang:

Dalam pasal 134 UU Penerbangan dijelaskan bahwa penyandangan disabilitas, orang yang sudah lanjut usia, anak-anak di bawah usia 12 tahun, dan/atau orang sakit berhak memperoleh pelayanan berupa perlakuan khusus dari badan usaha angkutan udara niaga. Memberikan prioritas tempat duduk salah satunya.

Jika merujuk pada UU Penerbangan, ada banyak hak penumpang yang menjadi kewajiban maskapai. 

Seperti jika terjadi kecelakaan, penumpang berhak mendapat ganti rugi dan maskapai berkewajiban membayar ganti rugi tersebut, berdasarkan hukum yang berlaku.

Kementrian Perhubungan sudah mengatur pembayaran ganti rugi kepada penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka dalam kasus kecelakaan. 

Rincian mengenai hal ini diatur dengan jelas dalam Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara (Permenhub 77).

Seperti dalam Pasal 3 Permenhub dijelaskan bagi penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena kecelakaan, penumpang atau ahli waris berhak mendapatkan ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar. 

Ganti rugi Rp500 juta diberi kepada (ahli waris) penumpang yang meninggal dunia akibat suatu kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara saat proses meninggalkan ruang tunggu bandara menuju pesawat udara atau saat proses turun dari pesawat udara.

Penumpang yang mengalami cacat tetap oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 hari kerja sejak terjadinya kecelakaan, berhak mendapatkan ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar. 

Untuk penumpang yang mengalami cacat tetap dalam jangka waktu paling lambat 60 hari sejak terjadinya kecelakaan, ganti rugi diberikan berdasarkan organ. 

Misalnya kehilangan pendengaran, penumpang berhak mendapatkan ganti rugi sebesar Rp150juta.

Lalu, bagaimana dengan penumpang yang kehilangan bagasi, bagasi yang musnah atau hilang sebagai akibat dari kegiatan angkutan udara? Selama bagasi tercatat dalam pengawasan pengangkut, penumpang berhak mendapatkan ganti rugi. 

Hal ini dijelaskan dalam Pasal 5 Permenhub 77 mengenai kehilangan bagasi tercatat atau isi bagasi tercatat atau bagasi tercatat musnah diberikan ganti rugi sebesar Rp200ribu per kilogram dan paling banyak Rp4 juta per penumpang.

Selain itu, penumpang juga berhak mendapatkan uang tunggu atas bagasi tercatat yang belum ditemukan dan belum dapat dinyatakan hilang sebesar Rp200 ribu per hari paing lama untuk tiga hari.

Lalu, untuk kasus delay yang sering terjadi di beberapa maskapai penerbangan, penumpang juga punya hak yang harus didapatkannya yang sudah diatur dalam Pasal 146 UU Penerbangan.

Pasal tersebut menjelaskan bahwa pengangkut bertanggung jawab atas kerugian yang diderita karena keterlambatan pada angkutan penumpang, bagasi atau kargo, kecuali apabila pengangkut dapat membuktikan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca dan teknis operasional.

Keterlambatan lebih dari empat jam, penumpang berhak mendapatkan ganti rugi sebesar Rp300 ribu. 

Ganti rugi dapat dikurangi 50 persen jika maskapai penerbangan menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang. Dalam hal ini, penumpang berhak mendapatkan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain ke tempat tujuan apabila tidak terdapat angkutan udara. 

Dalam hal terjadinya pembatalan penerbangan, maskapai wajib memberitahukan kepada penumpang paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan penerbangan.

Nah, untuk kamu yang lagi mencari harga tiket pesawat nam air, kamu bisa dapatkan tiket pesawat promo-nya di Reservasi.com.

Salam
Munadi Syarif

Related Posts

0 comments:

Post a Comment

===============================| Rules Comment |==========================

[+] Tidak boleh berkomentar yang berbau Porn/Spam/Sara/menjatuhkan.
[+] Komentar yang beranonim tidak kami respon.
[+] Tidak Boleh ribut/bertengkar dalam berkomentar.
[+] Tidak boleh menaruh link hidup.

NB : Jika Melanggar, akan saya hapus komentar Anda.
Sekian, Terima Kasih*

=======================================================================