Menyusuri Ubud: Eksotisme Bali Melalui Budaya dan Hijaunya Panorama

shares |

Genius, Malang. Keelokan gugusan pantai di Bali memang telah tersohor, tetapi eksotisme dan daya magis The Island of God ini tersebar di setiap wilayahnya, termasuk di Ubud. Kecamatan di Kabupaten Gianyar ini memang tidak memberikan pemandangan laut lepas dengan deburan ombaknya, tetapi hamparan sawah dengan atmosfer kebudayaan yang kental akan memanjakan Anda dengan cara yang berbeda. Ubud cukup dipadati wisatawan, namun tidak seramai suasana di Kuta yang cenderung ingar bingar.

Jika Anda menginginkan wisata di Bali dengan suasana yang tenang dan menyejukkan, pastikan Ubud berada dalam urutan teratas daftar perjalanan Anda. Selain karena Ubud tidak akan cukup dijelajahi dalam sehari, sekali berada di sini juga akan membuat Anda betah untuk berlama-lama tinggal. Tidak perlu khawatir untuk akomodasi. Ada banyak daftar hotel murah di Bali, termasuk kawasan Ubud, yang bisa Anda pilih.

Museum
Source: Ririn Susanti - flickr.com
Sebagai pusat seni dan budaya, tentu sudah selayaknya tempat wisata di Bali yang terkenal sejak 1930 ini memiliki banyak museum. Sebut saja Museum Antonio Blanco, Museum Neka, Museum Puri Lukisan, dan Museum ARMA yang selalu menarik perhatian pengunjung.

  • Museum Antonio Blanco
Lokasi museum ini berada di Campuhan, Ubud, dan didirikan di atas tanah pemberian Raja Ubud. Anda akan disambut oleh gapura yang bernilai artistik dengan tulisan Antonio Blanco berwarna emas saat akan memasuki lingkungan museum. Tidak salah, museum ini memang milik pelukis terkenal Don Atonio Maria Blanco.

Tidak perlu heran melihat hasil karya Antonio Blanco yang dipajang. Pasangan hidup Ni Rondji ini memang tidak dapat dipisahkan dari wanita, mengingat bagaimana ia sangat memuja dan mengagungkan kaum hawa. Bahkan, sang istri yang namanya dijadikan sebagai nama restoran di kawasan museum ini pun juga pernah menjadi model lukisannya. 

Setelah puas menikmati lukisan, Anda bisa menikmati waktu di restoran Ni Rondji yang terletak di bagian lebih atas. Di sini, Anda bisa menikmati pemandangan hijau Ubud yang asri dan mengesankan. Selain menyajikan suguhan panorama yang apik, menu yang tersedia di restoran ini juga tak akan mengecewakan.

  • Museum Neka
Seorang guru penggemar seni bernama Suteja Neka mendirikan museum yang dibuka pada 1982 ini. Masih berada di Campuhan, museum ini menyimpan koleksi ratusan lukisan dan keris. Lukisan yang dipamerkan di sini tidak hanya berasal dari pelukis nusantara, tetapi juga dari pelukis mancanegara.

Museum yang menyimpan dua buah lukisan karya Affandi ini terbagi atas enam bangunan. Penataan koleksinya pun didasarkan pada tema, gaya, dan bahkan penghargaan yang dimiliki oleh seniman pembuatnya. Seperti contoh adalah Paviliun Gusti Nyoman Lempad. Di sini, sebanyak 18 lukisan karya beliau yang menceritakan kisah Mahabharata, cerita rakyat dan masyarakat Bali, serta seri Bayut dipamerkan.

  • Museum Puri Lukisan
Inilah museum lukisan tertua di Bali. Koleksi yang dipamerkan di museum ini adalah seni lukis dan seni ukir, khususnya ukiran kayu. Untuk menikmati seluruh hasil karya di sini, setidaknya Anda akan membutuhkan dua jam. 

Museum ini didirikan oleh masyarakat Bali bersama dengan Rudolf Bonnet, seorang pelukis asal Belanda. Dengan demikian, lukisan yang ada pun tidak terbatas lukisan karya seniman lokal, namun juga karya dari ekspatriat Eropa. I Gusti Nyoman Lempad juga menjadi bagian dari museum ini. Ia melukis mural yang merupakan replika penggambaran asli persawahan sekitar di bagian luar.

  • Museum ARMA
ARMA merupakan akronim dari Agung Rai Museum Art. Tempat ini merupakan salah satu dari sepuluh museum terpopuler yang ada di Indonesia. Di ARMA, Anda dapat melihat perkembangan seni dari masa ke masa. Mengapa demikian? Sebab pelukis muda selalu diberi kesempatan untuk memamerkan lukisannya di museum ini. Dengan demikian, masyarakat dapat mengamati perubahan seni melalui lukisan.

Wisata Alam dan Budaya
Source: D.Meutia - flickr.com
Selain tebing dan hamparan sawah yang juga dibuat terasiring, masih ada lagi hal menarik lainnya di Bali. Berbagai wisata alam dan budaya di bawah ini contohnya:

  • Monkey Forest
Tidak akan lengkap perjalanan Anda ke Ubud jika tidak mengunjungi tempat wisata yang satu ini. Di cagar alam ini, Anda akan menemui banyak monyet berekor panjang. Jangan heran ketika Anda sedang asyik berjalan menikmati teduhnya hutan tiba-tiba didatangi oleh seekor atau bahkan segerombolan monyet.

  • Desa Adat Penglipuran
Di desa ini, Anda yang tidak pernah tertarik untuk tinggal di desa mungkin akan berubah pikiran. Udaranya sangat bersih dan segar. Tidak ada satu sampah pun yang akan tertangkap penglihatan Anda. Bahkan, untuk sekadar merokok, Anda harus merokok di tempat yang telah disediakan.

Pun demikian halnya dengan motor dan mobil. Anda tidak akan menemukan mesin beroda yang membelah di jalan, semuanya diletakkan di garasi rumah dengan jalur masuk yang berbeda. Sepanjang jalan, Anda akan disambut dengan keharmonisan penduduk dan sekitar 200 rumah dengan arsitektur khas Bali yang cantik.

  • Campuhan Ridge Walk
Jangan terburu-buru meninggalkan Ubud. Manfaatkan layanan hotel murah di Bali seperti yang bisa Anda dapatkan di https://www.traveloka.com/hotel/indonesia/region/bali-102746/cheap-hotels-in-bali. Tinggallah sedikit lebih lama dan bayangkan berjalan kaki atau jogging di bukit dengan pemandangan hijau dan suasana sejuk yang tidak terlalu ramai.

Selain berlari dan berjalan, Anda juga bisa mengayuh sepeda di jogging track ini. Panjang lintasannya hanya sekitar 2 kilometer, tetapi pemandangan ilalang dan hamparan hijau yang mengelilingi membuat Anda tidak akan menyesal datang ke sini. Bukit ini juga diapit oleh dua anak sungai yang semakin mempercantik panorama.

Masih ada banyak yang bisa Anda lakukan dan kunjungi di Ubud seperti Pura Saraswati, Istana Tapaksiring, Gua Gajah, Pasar Seni Ubud, dan lain-lain. Nah, sudah bisa membayangkan betapa sayangnya jika hanya sehari di Ubud, kan? Pastikan Anda memanfaatkan layanan hotel murah di Bali dan segera susun rencana perjalanan ke Ubud yang menyenangkan.

Salam
Munadi Syarif

Related Posts

0 comments:

Post a Comment

===============================| Rules Comment |==========================

[+] Tidak boleh berkomentar yang berbau Porn/Spam/Sara/menjatuhkan.
[+] Komentar yang beranonim tidak kami respon.
[+] Tidak Boleh ribut/bertengkar dalam berkomentar.
[+] Tidak boleh menaruh link hidup.

NB : Jika Melanggar, akan saya hapus komentar Anda.
Sekian, Terima Kasih*

=======================================================================